
Para pelajar dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, kini tidak lagi diwajibkan membaca Pancasila di dalam upacara bendera pada setiap hari Senin. Ini mengakibatkan isi dari Pancasila maupun pemahaman terhadap dasar bagi bangsa indonesia itu kurang dipahami. Diduga, akibat kurangnya pemahaman Pancasila menyebabkan perpecahan di masyarakat. Bahkan, ditakutkan dapat mengancam disintegrasi bangsa.
Seberapa penting lima butir Pancasila sebagai dasar negara? Meski mengaku penting, ternyata banyak warga yang mulai melupakannya. Kelima sila Pancasila pun mereka tak lancar mengucapkannya. Partai Persatuan Pembangunan menganggap dampak reformasi sebagai salah satu alasannya.
Dan, menjelang pemilihan umum legislatif pada 9 April mendatang, kelompok penganut aliran kepercayaan mengkritik beberapa partai politik yang belakangan menggantikan posisi utama Pancasila sebagai dasar negara dengan ideologi Barat maupun agama. Mereka mengingatkan setiap lapisan masyarakat untuk tidak terbuai akan janji kosong partai politik. Terutama, buat meninggalkan Pancasila. Di samping itu, masyarakat juga diajak kembali lagi kepada Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan hukum Indonesia.
Tak terbantahkan, realitas kemajemukan bangsa adalah warisan sejarah panjang perjalanan Indonesia. Para pendiri republik ini mengemukakan arti penting Pancasila sebagai dasar negara yang dapat mempersatukan kemajemukan,Lantas benarkah Pancasila kini tak lagi menjadi isu populer di tengah masyarakat sehingga hampir sedikit sekali partai yang menyinggung dasar negara dalam setiap kampanyenya? Budayawan Bambang Noorsena pun mempunyai pandangan mengenai hal itu. "[Pancasila] tentu relevan sepanjang masa," ucap Bambang. Apalagi, imbuh dia, Pancasila digali berdasarkan nilai-nilai yang dihayati bangsa Indonesia.
Saat ini, tutur Bambang, banyak politikus di Indonesia yang sangat pragmatis. Dengan kata lain, mereka hanya mengangkat isu politisasi agama dan ekonomi. Mereka seakan menutup mata bila bangsa Indonesia cenderung menjadi objek pergulatan ekonomi di dunia. "Dan bangsa kita semakin terpuruk karena tak punya kemandirian," ujar Bambang.
Bambang pun mengingatkan bahwasanya Bhinneka Tunggal Ika adalah jati diri bangsa Indonesia karena merangkum semua agama yang ada. "Pemimpin harus menyadarkan rakyat untuk kembali ke Pancasila," kata Bambang.
Baca selengkap nya yoh,...